Prodi Pendidikan Bahasa  Mandarin

Pendirian Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin (PSPBM) di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang merupakan mandat dari Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) dengan SK No.754/E/T2011 tanggal 26 Mei 2011 sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah RRC. Oleh karena itu, sejak tahun 2011 PSPBM mulai menerima mahasiswa baru. Pada tahun 2012 dikeluarkanlah Ijin Pendirian PSPBM dari dirjen Dikti dengan SK No. 314/E/O2012, tanggal 13 September 2012. Sejak berdiri hingga saat ini, PSPBM masih menginduk kepada Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. 

Visi 

Menjadi program studi unggul dan rujukan dalam penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di bidang pengajaran bahasa Mandarin.

 

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran bahasa Mandarin yang berpusat pada peserta didik, menggunakan pendekatan pembelajaran yang efektif, dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran;
  2. Menyelenggarakan penelitian dalam bidang pengajaran bahasa Mandarin yang temuannya bermanfaat bagi perkembangan ilmu dan kesejahteraan masyarakat;
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
  4. Menyelenggarakan tata pamong prodi yang akuntabel dan transparan untuk menjamin peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

 

Mandarin UM

Tujuan

Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin bertujuan menghasilkan guru-guru bahasa Mandarin di SMU dan di jenjang lain yang relevan, yang berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam bidang Pengajaran Bahasa Mandarin. Secara khusus, program ini bertujuan menghasilkan guru bahasa Mandarin dengan kemampuan lengkap. Artinya, guru yang berkemampuan bahasa Mandarinnya layak diteladani, memiliki pengetahuan tentang kebahasaan dan latar belakang budaya masyarakat penutur asli bahasa Mandarin, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengajarkan bahasa tersebut, melakukan evaluasi dengan cermat, memiliki kemampuan dasar menerjemahkan teks dari dan ke bahasa Mandarin, memiliki kemampuan dasar dan keterampilan tentang dunia kepariwisataan Indonesia, dan juga memiliki pemahaman lintas budaya yang baik antara Indonesia dan Tiongkok.