Pepatah “banyak jalan menuju Roma” juga berlaku bagi kita yang bercita-cita pergi ke negeri Jerman. Banyak program yang cukup terkenal di kalangan pembelajar bahasa Jerman, yaitu DAAD Stipendium, Au Pair, Sommerjugendkurs untuk siswa PASCH (Partnerschulen), dan lain sebagainya. Tidak berhenti di situ, terdapat program-program menarik lain yang menambah daftar kita untuk terbang ke Jerman.

Pada hari ini, Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Kuliah Tamu bagi kalangan internal yang bertajuk “FSJ und BFD in Deutschland.” Apakah sebenarnya FSJ dan BFD? Seperti apa pelaksanaan program-program tersebut?

 

 

FSJ (Freiwilliges Soziales Jahr) dan BFD (Bundesfreiwilligendienst) merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Jerman, bersifat suka rela dan bergerak di bidang sosial. FSJ adalah program yang diatur oleh pemerintah masing-masing Bundesland (negara bagian), sedangkan BFD adalah program besutan pemerintah pusat. Para pekerja yang terdaftar di FSJ dan BFD akan berinteraksi langsung dengan orang lain, mereka dapat ditempatkan di ranah mana saja, meliputi Kunst, Sport, Kindergarten, dan lain-lain. Usia yang dipatok sebagai persyaratan pendaftaran adalah 16-27 tahun, selain itu calon pendaftar harus memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Jerman dengan minimal level B1.

Berbagai keuntungan diperoleh mereka yang bekerja melalui FSJ dan BFD. Pengalaman berharga yang tidak akan didapatkan di tempat lain, bertemu berbagai orang dengan latar belakang yang berbeda, serta mengembangkan potensi diri menuju arah yang lebih baik. Para pekerja mendapatkan Taschengeld (uang saku) sejumlah €260-360 setiap bulan dengan durasi kerja selama 6-18 bulan. Mereka juga wajib untuk mengambil Urlaub (cuti) sebanyak 26 hari dalam satu tahun, keperluan lain seperti makan dan tempat tinggal telah disediakan oleh pemerintah Jerman. Apakah Anda tertarik untuk mengikuti program ini selepas studi? Perlu diingat bahwa selain mempersiapkan B1-Zertifikat, jangan lupa persiapkan mental dan matangkan tujuan untuk benar-benar bekerja di Jerman.

Ditulis oleh : Flavia Konstantia